Safari Tarling PAC Ansor Mejobo: Serap 5 Pesan Kyai Hasan Mudofar dan Matangkan Persiapan Posko Mudik

Oleh Redaksi (PAC GP Ansor Mejobo) 08 Maret 2026 - 17.00 WIB

Silaturahim di kediaman Ketua Ranting NU Kirig

KUDUS – Bidang Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mejobo menjalankan program kerja Tarawih Keliling (Tarling) ke berbagai ranting di wilayah Kecamatan Mejobo. Kali ini, rombongan PAC menyambangi Ranting Ansor Kirig yang dipusatkan di Masjid Jami’ Suryawiyyah Kirig, Kudus.

Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan silaturahim hangat ke kediaman Ketua Ranting NU Kirig, Kyai Hasan Mudofar. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula jajaran pengurus Ranting Ansor Kirig untuk mendengarkan arahan organisasi.

Sholat isya' dan terawih berjamaah di masjid Suryawiyyah, Kirig.

Kyai Hasan Mudofar memberikan suntikan semangat bagi para kader dengan mengutip Surat Al-Ahzab ayat 45-46, yang juga merupakan rujukan utama KH Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذْنِهِۦ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا

"Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi."

Berdasarkan ayat tersebut, Kyai Hasan Mudofar menjabarkan 5 misi Rasul yang harus kita lanjutkan di organisasi sebagai kader NU dan Ansor:

  1. Syahidan (Saksi): Kader harus aktif menggerakkan organisasi dalam kebaikan. "Untuk diakui sebagai umat Nabi dan bagian dari jam'iyyah, kita tidak boleh diam diri; harus ada pergerakan nyata," pesan beliau.
  2. Mubassyiran (Pembawa Kabar Gembira): Ansor harus mampu mbungahke (menyenangkan) masyarakat melalui program kerja yang bermanfaat nyata.
  3. Nadzira (Pemberi Peringatan): Menjadi pengingat bagi masyarakat akan dampak dari kemaksiatan.
  4. Da’iyan Ilallahi bi Idznihi (Penyeru kepada Allah): Mengajak pada keselamatan dunia akhirat dengan prinsip ngerumati (merawat) terlebih dahulu. Beliau menekankan pentingnya merangkul lapisan masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagaimana dakwah awal Rasulullah.
  5. Sirajam Munira (Cahaya yang Menerangi): Menjadi pelita yang tidak hanya menerangi diri sendiri, tapi juga menyinari kehidupan masyarakat luas.

Kesiapan Posko Mudik Pantura

Setelah sesi doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Hasan Mudofar, kegiatan berlanjut pada aksi nyata di lapangan. Rombongan PAC GP Ansor Mejobo langsung bergerak melakukan survei lokasi Posko Mudik di Masjid Air Berkah, Desa Payaman.

Survei lokasi posko mudik PAC GP Ansor Mejobo

Lokasi yang strategis di jalur pantura dan berdekatan dengan Polsek Mejobo ini diproyeksikan menjadi titik pelayanan bagi para pemudik. Di bawah komando Sahabat Khoirul Rochim selaku Koordinator Posko, pengecekan dilakukan guna memastikan fasilitas dan kesiapan personel dalam melayani masyarakat saat arus mudik nanti.

Sinergi antara nasihat spiritual ulama dan kesigapan kader di lapangan ini diharapkan mampu menjadikan kehadiran Ansor Mejobo benar-benar terasa sebagai "cahaya yang menerangi" bagi umat dan bangsa, baik di dalam masjid maupun di tengah hiruk-pikuk jalur transportasi utama.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama