Oleh Redaksi (PAC GP Ansor Mejobo) 29 Maret 2026 - 17.00 WIB
KUDUS – Momen Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi sarana bagi umat Muslim di Indonesia untuk mempererat tali silaturahim. Tak terkecuali bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mejobo yang mengisi hari kemenangan ini dengan mengunjungi para kiai, alim ulama, serta guru-guru pembina Ansor di wilayah Kecamatan Mejobo.
Kegiatan yang dikomandoi oleh bidang Rijalul Ansor ini
merupakan agenda sakral untuk menjaga takzim kepada sosok-sosok yang selama ini
menjadi pembimbing spiritual organisasi. Safari silaturahim dimulai dengan
mengunjungi kediaman Ketua MWC NU Mejobo, KH. Abdul Khalim, yang
kemudian dilanjutkan ke kediaman Kiai Somadi.
Rombongan juga menyambangi kediaman Pembina PAC GP Ansor
Mejobo, Sahabat Arif Wahyudi, dan mengakhiri rangkaian hari pertama di kediaman Gus Umam, Pengasuh Pondok Pesantren Dar-Al Mustofa, Jepang.
Meski cuaca sempat tidak bersahabat pada hari berikutnya,
semangat para kader Ansor dan Banser tidak surut. Di bawah guyuran hujan,
silaturahim tetap berlanjut ke kediaman Habib Hasan Ali Bunumay dan ditutup
dengan kunjungan ke rumah H. Mawahib Afkar, selaku Ketua Pembina PAC GP Ansor
Mejobo.
Langkah takzim ini didasari oleh sabda Nabi Muhammad SAW
mengenai besarnya keutamaan berkunjung, bersalaman, hingga duduk bersama
orang-orang alim:
مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا زَارَنِي
"Barang siapa berkunjung kepada orang alim, sowan
dengan rasa hormat, silaturahim meminta doa orang alim, maka orang tersebut
seperti berkunjung kepadaku (Nabi Muhammad)."
وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا صَافَحَنِي
"Barang siapa bersalaman dengan orang alim, maka
sesungguhnya dia seperti bersalaman denganku."
وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا جَالَسَنِي فِي الدُّنْيَا
"Dan barang siapa duduk bersama orang alim, maka dia
seperti duduk bersamaku di dunia."
وَمَنْ جَالَسَنِي فِي الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِي يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
"Barang siapa di dunia duduk bersamaku, maka aku
akan mendudukkannya bersamaku di surga."
Melalui rangkaian hadis tersebut, PAC GP Ansor Mejobo
meyakini bahwa menghormati guru dan ulama adalah jalan pintas untuk mendapatkan
keberkahan hidup serta kedekatan dengan Rasulullah SAW.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh sanad perjuangan kader Ansor agar tetap selaras dengan bimbingan para kiai dan pembina. Semoga dengan jabat tangan dan doa yang terucap dari para guru, keberkahan Idul Fitri senantiasa menyertai langkah perjuangan sahabat-sahabat Ansor Mejobo dalam berkhidmah kepada agama, bangsa, dan negeri.




.jpeg)
