Oleh Redaksi (PAC GP Ansor Mejobo) 19 April 2026 - 12.00 WIB
KUDUS, 19 April 2026 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Mejobo resmi membuka gelaran Konferensi Anak Cabang untuk masa khidmah 2020-2025. Perhelatan khidmah ini dilaksanakan pada hari Minggu, 19 April 2026, bertempat di Gedung MI NU Imaduddin Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Dengan mengusung tema besar "Menjaga Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban", konferensi ini menjadi momentum krusial bagi Muslimat NU di tingkat kecamatan untuk mengevaluasi program kerja serta merumuskan nakhoda baru demi kemajuan organisasi ke depan.
Muslimat sebagai Khoiro Ummah dan Pilar Keluarga
Dalam pembukaan tersebut, Ketua Suriyah MWC NU Mejobo, KH. Misbahuddin Naschan, memberikan sambutan yang menekankan pada esensi peran perempuan dalam Islam. Beliau menyampaikan bahwa Muslimat adalah representasi dari khoiro ummah (umat terbaik) yang lahir dari sebuah pilihan untuk berkhidmah.
"Muslimat harus mampu menjalankan peran takmuru nabil ma'ruf, yakni membangun keluarga yang sakinah. Aktivitas dakwah dan organisasi tidak boleh menjadi alasan penelantaran keluarga. Kebijakan organisasi harus beriringan dengan kesejahteraan domestik; suami tidak boleh sedih dan anak tidak boleh terlantar karena ibunya ber-Muslimat," tegas KH. Misbahuddin.
Beliau juga mengingatkan pentingnya peran tanhauna anil mungkar sebagai upaya preventif agar kemungkaran tidak tercipta di lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat.
Komitmen "Mustika" dan Penguatan Karakter
Senada dengan hal tersebut, Perwakilan PC Muslimat NU Kudus, Hj. Rif'ah, menguraikan secara mendalam makna dari tema konferensi kali ini. Terkait menjaga tradisi, beliau mengajak seluruh kader untuk tidak sekadar menjalankan, tetapi juga mempelajari, memahami, dan melestarikan amaliah NU seperti tahlil, manaqiban, dan berjanjen.
Dalam aspek kemandirian, Hj. Rif'ah menyoroti keistimewaan ibu-ibu Muslimat yang memiliki kemampuan multitasking.
- Kemandirian Ekonomi: Muslimat didorong untuk berdaya secara finansial tanpa meninggalkan kodratnya.
- Komitmen Program: Melalui hasil kongres, PC Muslimat NU Kudus menegaskan komitmen pada tiga program unggulan:
- Mustika Darling: Muslimat Cantik Sadar Lingkungan.
- Mustika Mesem: Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem.
- Mustika Segar: Muslimat Cantik Sehat dan Bugar.
Terkait pilar "Meneduhkan Peradaban", beliau berpesan bahwa masa depan generasi bergantung pada sentuhan pertama orang tua. "Pendidikan karakter akhlakul karimah adalah benteng pondasi utama agar anak-anak kita tidak tergerus pergaulan negatif di era globalisasi ini," tambahnya.
Sinergi dan Harapan ke Depan
Acara pembukaan ini juga dihadiri dan mendapat apresiasi dari perwakilan Camat Mejobo serta laporan dari Ketua Panitia Konferensi mengenai kesiapan teknis acara. Seluruh pihak sepakat bahwa sinergi antara ulama, pemerintah, dan organisasi perempuan seperti Muslimat adalah kunci pembangunan daerah.
Kegiatan pembukaan diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran jalannya konferensi. Besar harapan agar hasil dari Konferensi Anak Cabang ini melahirkan kepengurusan yang lebih solid, inovatif, dan membawa PAC Muslimat NU Mejobo menuju kemajuan yang lebih gemilang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
.jpeg)
